Mengapa Saya Menulis?



Sejujurnya, saya telah memulai membuat blog pribadi sejak SMP. Waktu itu, saya mengikuti mata pelajaran teknologi dan informasi yang diajarkan membuat dan menulis di blog. Saya mulai menulis setelah blog saya jadi. Akan tetapi, saya mulai kehilangan ide dan semangat untuk melanjutkan menulis lagi. Hal ini membuat blog saya tidak terurus dan tidak saya perbarui lagi hingga saya lupa nama pengguna dan sandi masuk ke dalam blog lama saya.

Pada tahun 2012, saya membuat blog lagi dengan platform dari wordpress. Saya duduk di kelas 3 SMA saat itu. Pikir saya, saya akan memiliki banyak waktu luang sehingga bisa memanfaatkannya untuk menulis di blog. Tapi ternyata, hal yang sama terjadi lagi. Awalnya, blog saya berjalan hingga awal masuk kuliah walaupun tidak secara rajin menuliskannya. Setiap tulisan saya hanya berakhir dalam draft di laptop saya tanpa publikasi. Akhirnya, dengan kesibukan kegiatan perkuliahan dan organisasi yang saya tekuni saat itu, saya justru enggan dan merasa malas meluangkan waktu untuk duduk dan bercerita tentang kegiatan saya sehari-hari melalui blog sehingga saya lupa juga dengan nama pengguna dan sandi masuk blog itu.

Saat itu, saya belum terlalu menyadari apa arti penting menulis. Saya hanya tahu bahwa dengan menulis, saya dapat dikenal orang-orang melalui tulisan saya (jika tulisan saya memang bagus dan berkualitas). Akan tetapi, saat ini saya mengerti bahwa tulisan yang saya publikasikan dalam blog ini adalah untuk menceritakan aktivitas saya sehari-hari yang layak untuk diceritakan baik kesenangan, kesedihan, kekesalan, hingga pencapaian saya. Tentunya, cerita yang dapat dibaca oleh publik sebagai wadah diskusi yang terbuka untuk dikritisi dengan solusi maupun dijadikan inspirasi. Intinya, saya hanya ingin berbagi.

Lima tahun kemudian, saya berinisiatif untuk membuat blog pribadi lagi. Ya, inilah blog yang tulisan pertamanya sedang Anda baca. Di zaman video blog sudah lebih populer dibanding blog yang berisi tulisan, saya memilih untuk tinggal disini dan mengasah kemampuan saya untuk bercerita melalui kata-kata. Saya berusaha untuk ‘otoriter’ pada diri saya dalam belajar berbahasa yang baik dan benar. Hal ini bukan berarti saya menuntut diri saya untuk suatu hal, tapi saya sedang berusaha untuk mendidik diri saya agar pikiran, hati, dan tangan saya bisa sinkron saat menulis.

Dalam proses belajar saya melalui aktivitas blogging, tentunya saya memiliki harapan yang besar yaitu agar saya dapat konsisten menulis dan bercerita melalui blog saya. Saya juga berharap dapat melakukan perbaikan-perbaikan di setiap kualitas tulisan saya walaupun itu hanya blog pribadi saja. Memang saat ini hanya dengan menulis saya dapat bercerita dan berimajinasi dengan bebas ketika tidak ada seorangpun memiliki waktu luang mendengar cerita saya tepat ketika saya ingin bercerita. Secara keseluruhan, bagi saya, tulisan-tulisan di sini bertujuan sebagai stress reliever. Selamat membaca!

Komentar